Budi Arie Setiadi: Buruh Adalah Penghasil Keadilan Sosial

Screen Shot 2018-05-01 at 1.09.50 PM.png

Buruh seringkali dianggap sebagai pihak ketiga yang tertindas oleh keadaan dan keserakahan pemilik modal, tanpa ada daya apapun untuk melawan. Kalaupun melawan seringkali dianggap menimbulkan kekacauan dan ketidaktertiban. Ini karena secara natural buruh sering digolongkan dalam masyarakat lapis bawah yang tidak berdaya.

Namun Ketua Umum organisasi relawan Jokowi terbesar, Projo, tidak sepakat dengan anggapan ini. Ia justru menganggap justru inilah yang jadi kekuatan besar buruh, membuatnya ditakuti oleh pemodal yang serakah, sekaligus partner bagi para penggiat sosial penggerak perubahan.

“Buruh bukanlah penanda ketidakadilan sosial. Buruh (justru) adalah penghasil keadilan sosial. Di dalam perjuangan buruh, keadilan sosial sedang diperjuangkan.” Budi Arie Setiadi mantap mengucapkan ini karena sebagai seorang aktivis 98, ia juga mengerti lika liku perjuangan atas perubahan.

Budi Arie, panggilan akrabnya, adalah salah satu dari ribuan bahkan jutaan roda gigi penggerak reformasi dengan ikut menggelorakan perjuangan melalui surat kabar harian yang tajam dan kritis mengoreksi hegemoni orde baru, “Bergerak”. Menghadapi pembredelan pers, ia bergabung dengan pejuang warta dari Tempo untuk menjalankan Media Indonesia.

Tak lama kemudian, ia menyadari pentingnya posisi politik dalam memperjuangkan perubahan, layaknya diungkap oleh Bertolt Brecht, bahwa

“Kebutaan terburuk adalah orang yang buta politik. Ia tidak berniat mendengar, tidak ikut berpendapat, ataupun mencoba berpartisipasi dalam sebuah event politik. Ia tidak sadar bahwa biaya hidu, harga kacang, ikan, tepung, sewa rumah, dan sepatu hingga obat, semua bergantung kepada keputusan politik. Seorang yang buta politik begitu bodohnya hingga ia bangga sekali dan membusungkan dadanya memamerkan bahwa ia benci politik. Si dungu ini tidak tahu bahwa dari ketidakpeduliannya atas politik muncullah prostitusi, anak terlantar, dan penjahat yang paling jahat dari segalanya: politikus buruk, koruptor dan budak dari perusahaan nasional dan multinasional.”

Prinsip inilah yang mengantarkan Budi Arie kepada karier politik sebenarnya. Ia bergabung dengan PDI Perjuangan dan sempat menjadi Kepala Balitbang PDI Perjuangan DKI Jakarta (2005-2010) dan juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta. Berbagai intrik menjelang pencapresan Joko Widodo di PDI Perjuangan menjelang 2014, membuatnya memutuskan membentuk sendiri ormas Projo, sebuah organisasi massa relawan pendukung Presiden terbesar yang bergerak di darat, hingga akhirnya ia sukses mengantarkan Jokowi ke kursi tertinggi eksekutif.

Walaupun dikenal sangat dekat dengan Presiden Jokowi dan pemerintah secara umumnya, ia bukanlah seseorang yang alergi terhadap gerakan buruh. Pada tahun-tahun sebelumnya, Budi Arie selalu menyelamati, bahkan menyemangati dan mendukung gerakan buruh yang mencapai aura terbaiknya pada tanggal 1 Mei, hari buruh internasional. Contohnya saat gerakan buruh tahun 2015 yang menuntut diperbaikinya pengupahan, Budi Arie ikut memberi support,

“Upah layak untuk buruh adalah indikator bagi meningkatnya kesejahteraan rakyat. Program presiden Jokowi dengan KIS, KIP, KKS dll itu sudah seharusnya dilakukan, walaupun kita mesti sedikit sabar karena sistemnya perlu dibangun.” Tandasnya.

Konsistensi memang sulit untuk dibayar dengan apapun. Menjadi pendukung Jokowi dengan kekuatan massa real terbesar, Budi Arie tidak mau kehilangan sikap kritisnya dan tetap menjalin hubungan baik dengan para aktivis, termasuk perburuhan.

budi arie.jpeg

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: