Budi Arie Setiadi: Pancasila itu Leit Star!

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menanggapi peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus mengikhtiarkan diri melaksanakan Pancasila sebagai pedoman, leitstar, dan ide penuntun yang memperkokoh fondasi dan peradaban sebagai bangsa yang besar dan berdaulat.

“Dengan berpedoman pada Pancasila, PROJO meyakini bahwa bangsa Indonesia akan berkembang dan maju, serta memberikan sumbangan besar bagi peradaban dunia sekaligus peradaban kemanusiaan,” kata Budi Arie Setiadi, Ketua Umum PROJO di Jakarta, Jumat (1/6).

Ia mengungkapkan bahwa beberapa insiden terorisme mulai dari Depok dan Surabaya untuk menciptakan rasa takut dan mengoyak kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa, sangat melukai dan menyayat nilai-nilai kebersamaan yang sudah dibangun dan dikembangkan semenjak Pancasila dicetuskan 73 tahun silam.

“Kebersamaan dalam keberagaman yang terpahat dalam Bhinneka Tunggal Ika sedang diuji secara terus-menerus oleh beragam aksi terorisme dalam dua dekade terakhir,” katanya.

Terkait itu, semua elemen bangsa harus tetap memegang teguh dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila yang dicetuskan pertama kali oleh Soekarno dalam pidato di depan sidang BPUPK pada 1 Juni 1945. Soekarno membayangkan Pancasila sebagai philosophische grondslag atau falsafah dasar sekaligus weltanschauung yakni pegangan kita dalam memandang dunia yang kita hidup.

“Dengan dasar itu Soekarno memahami Pancasila sebagai ide penuntun atau dalam bahasa Soekarno sebagai leitstar, yakni bintang penuntun sekaligus penunjuk arah,” kata Budi. “Di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seluruh kebebasan itu dijamin di dalam konstitusi UUD 1945, yang merujuk pada nilai-nilai berpedoman pada nilai-nilai Pancasila,” lanjutnya lagi.

Ketuhanan, Kemanusiaan, Kesatuan dalam Keberagaman, Kebersamaan dan Demokrasi serta Keadilan Sosial, merupakan nilai-nilai yang menjadi penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ide penuntun berarti memberikan ruang bagi dinamisnya kehidupan politik dan kebangsaan.

“Dalam kerangka itu, kita meletakkan Pancasila sebagai gagasan rujukan dalam membangun politik kebangsaan dan kewargaan kita. Pancasila menjaga nilai-nilai publik sebagai wadah bersama yang menampung keberagaman,” katanya.

Menurut Budi, Pancasila adalah pedoman untuk menuntun yang “beragam” atau yang bhinneka. Bhinneka ini adalah representasi dari wajah negara-bangsa yang didasarkan pada keragaman dan perbedaan politik, sosial, dan budaya. Pancasila merupakan titik-temu dari perbedaan dan keberagaman.

“Titik temu yang memayungi, bukan menyubordinasi. Relasi subordinasi bukanlah relasi yang ditampilkan oleh prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, melainkan relasi mutualisme, yang saling memperkaya, bukan saling meniadakan,” katanya.

Sumber: https://www.gatra.com/rubrik/nasional/325323-PROJO-Ajak-Semua-Elemen-Tetap-Jadikan-Pancasila-Sebagai-Leitstar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: